PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA SC

WTI Turun Seiring Kekerasan di Irak Yang Bisa Mengurangi Pasokan

oil

 

Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun pada hari kedua di tengah spekulasi bahwa produksi minyak di Irak akan tetap terpengaruh oleh kekerasan yang meningkat di Negara produsen minyak terbesar kedua anggota OPEC. Minyak jenis Brent juga turun di London.
WTI untuk pengiriman bulan Agustus di New York turun 0,9 persen setelah kemarin catat kejatuhan terbesar dalam tiga minggu terakhir.
Militan Islam di Irak, yang telah menguasai kilang minyak di Baiji bagian utara dan memperluas wilayah kekuasaannya sampai perbatasan Yordania, belum menyebarkan kekerasan sampai ke bagian selatan, tempat dimana sepertiga produksi minyaknya berasal. Di AS, laporan yang akan dirilis pemerintahnya besok mungkin akan menunjukkan cadangan minyak mentah yang turun untuk minggu keempat, menurut survei Bloomberg News.
WTI untuk pengiriman bulan Agustus turun sebanyak 92 sen menjadi $ 105,25 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange dan berada di $ 105,67 pada pukul 10:08 am waktu Sydney. Kontrak tersebut turun 0,6 persen menjadi $ 106,17 kemarin, penurunan terbesar sejak 30 Mei.
Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 34 persen di atas rata-rata 100 hari. Harga dari bulan yang lebih jauh telah meningkat 7,4 persen tahun ini.
Brent untuk pengiriman pada bulan Agustus turun sebanyak 37 sen, atau 0,3 persen, ke $ 113,75 per barel di ICE Futures Europe yang berbasis di London.
Sumber: Bloomberg